Selasa, 17 Agustus 2010

GAME TRUSCHO


KARTU NAMA

Peserta berasal dari berbagai tempat dan belum saling mengenal.

Tujuan :
1. Peserta saling berkenalan.
2. Peserta ikut serta secara aktif dalam kelompok

Waktu :
30 – 45 menit

Tempat :
Ruang yang cukup untuk menampung semua peserta.

Bahan :
- Kartu nama kosong berukuran 7 x 10 cm secukupnya
- Alat tulis ; ballpoint atau pencil.
- Kotak / gelas untuk tempat kartu nama

Kegiatan :
Pengantar ,
Menjelaskan pada peserta bagaimana jalannya permainan, dan memberi instruksi cara bermain.
1. Pelatih membagi selembar kartu nama kosong berukuran 7 x 10 cm kepada setiap peserta.
2. Peserta menulis pada kartu nama tersebut :
- nama lengkap
- nama lembaga yang diwakili
- pekerjaan / tugas dalam lembaga

3. Setelah ditulis lengkap kartu nama tersebut dikumpulkan kembali dan dicampur aduk, untuk kemudian dibagikan kembali kepada peserta dengan cara mengambil sendiri-sendiri.
4. Setelah masig – masing mendapatkan kartu nama yang bukan miliknya sendiri, mereka diminta untuk mencari si pemilik. Kemudian mereka berkenalan dengan pasangannya dan meminta penjelasan lengkap tentang kegiatan lembaganya.
5. Selanjutnya peserta diminta duduk kembali dan masing – masing diminta memperkenalkan pasangannya.

Pembahasan :
Setelah selesai kegiatan fasilitator meminta pada peserta untuk mengungkapkan pengalamannya dan perasaan yang timbul selama melakukan kegiatan.

Kesimpulan :
a. Terciptanya suasana intim karena setiap orang saling mengenal
b. Mengungkapkan diri orang lain ternyata tak begitu mudah, sebab harus menjaga perasaan orang yang diperkenalkannya.
c. Komunikasi antar peserta menjadi lebih lancar.


PENIRU ULUNG

Dalam berkomunikasi dengan orang lain sering terjadi penyimpangan. Bila peserta latihan mengetahui penyebab penyimpangan tersebut mereka lebih siap mengadakan komunikasi efektif dengan orang lain.

Tujuan :
1. Peserta dapat menggambarkan terjadinya penyimpangan dalam komunikasi non lisan yang berantai.
2. Peserta menyadari untuk menghindari penyimpangan tersebut agar komunikasi berjalan dengan baik.

Waktu :
45 – 60 menit

Tempat :
Ruang latihan

Bahan :
Papan tulis dan kapur

Kegiatan :
1. Pelatih memilih 4 peserta yang cukup berani. Kemudian peserta no. 2 ,3,4 diminta keluar ruangan.
2. No. 1 diminta menyiapkan diri selama 2 menit untuk melakukan gerakan yang menggambarkan suatu kegiatan lengkap. Peserta lain diminta mengamati.
3. Jika No. 1 siap maka no 2 di panggil untuk mengamati gerakan no 1 selama 2 menit.
4. Kemudian no 3 di panggil untuk mengamati gerakan no 2 demikian halnya dengan peserta selanjutnya.
5. Setelah selesai no 4 diminta menjelaskan kegiatan apa yang dilakukan plehnya. Deikian halnya dengan no 3 dan no 1.

Pembahasan ;
a. Para pengamat diminta melaporkan :
I. Hal yang diubah
II. Hal yang dihilangkan
III. Hal yang ditambah
b. Mencari penyebab distorsi tersebut pada :
- diri pemain ( pembawa pesan maupun penerima pesan )
- cara membawakannya
- isi, yaitu gerakan itu sendiri

Kesimpulan :
Menyimpulkan semua faktor tersebut dan menekankan bahwa penyebab distorsi adalah faktor yang menghambat komunikasi yang berantai.








BUJUR SANGKAR BERANTAKAN

Setiap kegiatan dalam rangka program pengembangan masyarakat hanya dapat berhasil kalau berbagai pihak bekerja sama. Sama halnya dengan peserta latihan . Bila tidak ada kerjasama antar peserta latihan tsb, tidak akan menghasilkan yang maksimal. Oleh karena itu permainan bujur sangkar berantakan sebaiknya dibawakan pada bagian awal latihan.

Tujuan :
1. Peserta dapat menjelaskan faktor yang menghambat dan mendorong kerjasama yang baik.
2. Peserta sadar akan pentingnya mereka berusaha bekerjasama satu sama lain.

Waktu :
60 – 75 menit

Tempat :
Ruang latihan yang cukup luas , dapat memuat beberapa meja / atau berlantai cukup luas.

Bahan :
5 Amplop ( A, B, C, D, E ) yang masing – masing amplop berisi pecahan bujur sangkar sbb :



15 cm


15 cm

Sebaiknya bujur sangkar dibuat dari karton yang cukup tebal.
Amplop A berisi kepingan i , h , e
Amplop B berisi kepingan a, a , a, c
Amplop C berisi kepingan a, j
Amplop D berisi kepingan d, f
Amplop E berisi kepingan g, b, f, c

Sebuah meja untuk setiap tim kerja

Kegiatan :
Secara singkat menjelaska perbedaan sama- sama kerja dan bekerjasama. Menyebutkan beberapa keuntungan bekerjasama. Kemudian menjelaskan bahwa dalam setiap kelompok yang terdiri dari 5 orang yang akan dibagikan satu set amplop yang berisikan kepingan 5 bujur sangkar . Bila perlu menjelaskan arti bujur sangkar.
Langkah
1. Bahan yang perlu disiapkan :
- Instruksi untuk pemain ( lihat lampiran )
- Instruksi untuk pengamat ( lihat lampiran )
- Potongan kertas bujursangkar pecah ( lihat lampiran untuk cara membuatnya )
2. Peserta dibagi dalam kelompok kecil yang terdiri dari 5 orang. Dan masing – masing kelompok ada pengamat 1 atau 2 orang. Pembagian kelompok sesuai dengan jumlah peserta. Masing – masing kelompok mengambil tempat yang terpisah dan melingkar.
3. Sebelum permainan dimulai pelatih membagi instruksi pemain dan pengamat lalu menjelaskannya setelah di baca oleh pemain dan pengamat.( lihat halaman berikut )
4. Setelah semua jelas permainan dimulai.
Selama permainan pelatih ikut mengamati kelompok untuk dapat mnegumpulkan kasus yang timbul.


Pembahasan:
A. Sebelum mulai pembahasan memberi keterangan bahwa hasil pengamatan bukan suatu serangan pribadi tetapi suatu kesempatan belajar.
B. Mendengarkan laporan pengamat
C. Merenungkan perasaan pemain
D. Para pemain diajak mengeluarkan pendapat mereka , bila perlu pelatih , berdasarkan hasil pengamatan sendiri, dapat mengajukan pertanyaan sbb :
• Bagaimana perasaan saudara pada waktu menampung semua kertas ?
• Bagaimana perasaan saudara pada waktu meihat teman yang tidak dapat menyelesaikan tugasnya ?
• Bagaimana melihat teman yang sibuk sendiri dan tidak mau memberikan potongan yang dibutuhkan ?
• Bagaimana perasaan saudara kalau tidak memegang potongan kertas ?
• Bagaimana perasaan anda pada waktu diberikan potongan kertas yang tidak dibutuhkan atau sebaliknya ?
• Bagaimana perasaan saudara kalau tidak menyelesaikan bujursangkar ?
• Bagaimana perasaan saudara kalau berhasil menyelesaikan bujursangkar ?

KESIMPULAN :
Prinsip kerjasama :
a. Memberi sesuai dengan kebutuhan
b. Harus sadar dan bersedia mengakui kemampuan rekan lain.
c. Tiap orang harus memahami bagaimana dia dapat membantu ke arah pemecahan masalah
d. Tiap orang harus mengerti masalah yang dihadapi.
e. Ada komunikasi timbal balik antar anggota.
f. Ada koordinasi.
INSTRUKSI BUJURSANGKAR BERANTAKAN

Jelaskan kepada tiap kelompok akan dibagikan lima amplop yang berisi kepingan bujursangkar.
Tiap amplop berisi kepingan yang tidak lengkap.

INSTRUKSI untuk Pemain
1. Masing anggota kelompok mempunyai tugas membuat satu bujursangkar ( segi 4 dengan sisi sama panjang )
2. Baru dianggap selesai kalau lima bujur sangkar terbentuk dihadapan tiap peserta.
3. Semua bujursangkar sama besar
4. Selama permainan berlangsung tidak boleh berbicara
5. Tidak boleh minta kepingan pada temannya baik dengan bicra atau isyarat.
6. Tidak boleh mengambil kepingan temannya.
7. Tidak boleh membantu menyusun bujursangkar temannya.
8. Boleh memberi kepingan pada temannya dan yang diberi harus menerima.
9. Jika memberi harus jelas kepada siapa dan jangan hanya diletakkan ditengah-tengah.
10. Boleh memberikan bujur sangkar kepada temannya kalau mau
11. Mulai bekerja kalau sudah diberi tanda.

INSTRUKSI untuk Pengamat
Amatilah, Catatlah dan laporkan apa yang terjadi dalammkelompok selama permainan berlangsung.
1. Adakah anggota kelompok yang melanggar peraturan ?
2. Peraturan yang mana yang dilanggar ?
3. Menurut saudara mengapa peraturan itu dilanggar ?
4. Adakah yang suka memberikan kepingan kepada teman lain ?
5. Adakah yang telah selesai membentuk bujursangkar lalu tidak memperhatikan kesibukan atau kesulitan orang lain ?
6. Adakah yang sulit membentuk bujur sangkar sehingga gelisah, bingung, dan putus asa ?
7. Adakah anggota yang menumpuk poyongan dan tidak mau memberikannya kepada teman lain ?
8. Adakah anggota yang tidak memiliki potongan sama sekali sehingga menganggur ?


MEMBERSIHKAN CERMIN

Seorang yang diserahi tanggungjawab sebagai pemimpin perlu menjalin hubungan baik dengan anak buahnya. Yaitu hubungan yang memungkinkan setiap pihak tetap mengembangkan diri Setiap orang yang mengambil bagian dalam pengembangan masyarakatdiharap mengambil juga beberapa fungsi kepemimpinan. Oleh karena itu dia dibantu bila ada kesempatan untuk meninjau faktor – faktor yang ada kaitan dengan orang yang dipimpin.

Tujuan :
1. Agar peserta lebih dapat memahami dan menghayati fungsi dan tugasnya sebagai seorang pemimpin.
2. Agar peserta memahami fungsi dan tugasnya sebagai orang yang dipimpin.

Waktu :
30 – 45 menit.

Tempat :
Di ruang yang cukup luas

Bahan :
Tidak ada

Kegiatan :
1. Pelatih menunjuk 10 orang atau lebih dari peserta untuk melakukan permainan ini.
2. Peserta dibagi 2 baris dan berdiri saling berhadapan ( dikiri 5 dan di kanan 5 ) serta mengibaratkan ada sebuah cermin besr ditengah mereka sendiri.
3. Pelatih menjelaskan bahwa peserta yang di kanan akan memberihkan cermin yang ada dihadapan mereka.
4. Sedangkan peserta yang dihadapan mereka akan berperan sebagai bayanganpembersih cermin dan menirukan segala semua gerakannya selama 3 menit.
5. Pelatih memberikan instruksi ‘ mulai ‘
6. Setelah 3 menit peranan diganti sehingga pembersih menjadi bayang an dan sebaliknya.

Catatan :
Pelaksanaan permainan ini dilakukan secara bersamaan.

Pembahasan :
- Mengangkat hasil pengamatan dan pengalaman serta kesan – kesan peserta menjadi topik diskusi.
- Memberikan gambaran tentang tugas, fungsi dan tingkah laku seorang pemimpin yang baik mengingat seorang pemimpin mempunyai bawahan atau orang yang dipimpinnya.
- Diskusi dapat diarahkan dengan pertanyaan sebagai berikut :
1. Apakah saudara ada usaha untuk mempermudah gerakan pada waktu membersihkan cermin ? Apa alasan saudara untuk tidak mempermudah ?Kalau mempermudah apa alasannya ?
2. Apakah saudara berusaha sekuat tenaga untuk bisa menirukan gerakan sewaktu saudara menjadi bayangan ?
3. Apakah saudara merasa sulit menjadi bayangan ?Apa sebabnya ?
4. Bagaimana perasaan saudara kalau melihat bayangan salah menirukan gerakan saudara ? Apakah saudara menegurnya ?
5. Manakah yang lebih mudah waktu menjadi bayangan atau waktu membersihkan ?
6. Apakah saudara sadar bahwa waktu membersihkan cermin saudara menjadi pemimpin ?
7. Apakah waktu membersihkan crmin saudara mengingat bayangan ?
8. Dll, dsb, dst, …….

Kesimpulan :
- Seorang pemimpin harus selalu mempertimbangkan kemampuan bawahannya.
- Kekurangsadaran diri sebagai pemimpin akan banyak membawa akibat terhadap bawahan.
- Seorang pemimpin harus dapat menjadi teladan
- Bukan hanyat menjadi pemimpin yang sulit ,melainkan menjadi bawahan pun lebih sulit.
- Hubungan pemimpin dan bawahan tidak sama dengan hubungan cermin dan bayangan.


MEMBUAT GARIS SEPANJANG MUNGKIN

Setiap manusia dan kelompok manusia memiliki kemampuan. Yang penting seorang petugas pengembangan masyarakat bersedia melihat dan mengakui kemampuan tersebut dan terampil menyadarkan masyarakat akan potensi yang ada padanya . Selain itu harus mendorong masyarakat untuk memakai potensinya tersebut.

Tujuan :
1. Peserta memahami bahwa setiap saat untuk siapa saja dan dimana saja, pasti ada kemampuan.
2. Peserta memahami bahwa dengan memanfaatkan seluruh kemampuan yang ada pasti akan berguna untuk berhasilnya kegiatan.
3. Peserta lebih kreatif.

Waktu :
30 menit

Tempat :
Ruang yang cukup luas

Bahan :

Kegiatan :
Walaupun menyadari setiap manusia atau kelompok memiliki kemampuan , kita akan membuktikannya.

Langkah :
1. Di bagi menjadi 2 kelompok
2. Pelatih memberi instruksi supaya setiap kelompok berusaha membuat garis sepanjang mungkin yang terbentang dalam ruangan hanya memakai apa yang ada padanya. Tidak boleh mengmbil barang dari tempat lain.
3. Stelah 10 menit pelatih menilai garis mana yang terpanjang.

Pembahasan :
Pelatih mengajukan pertanyaan :
1. Kelompok mana yang dapat membuat garis yang terpanjang ?
2. Faktor apa yang menyebabkan kelompok itu menang ?
3. Tindakan apa yang dilakukan oleh kelompok sehingga menang ?

Misalnya ;
Membuat garis dengan membaringkan badan, memanfaatkan ikat pinggang, dsb.

Kesimpulan :
• Dituntut daya cipta yang tinggi untuk menemukan dan memanfaatkan kemampuan yang ada secara maksimal.
• Kemampuan siapa saja, milik siapa saja, pasti dapat dimanfaatkan.
• Petugas masyarakat harus dapat memotivasi agar masyarakat memanfaatkan kemampuan yang ada pada nya.
• Kadang diperlukan pengorbanan agar kemampuan lebih berdaya hasil.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar